kertas kalkir

Kertas Kalkir: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Menggunakannya

Kamu butuh menjiplak gambar dengan presisi atau membuat desain berlapis untuk proyek arsitekturmu? 

Penasaran dengan kertas tipis transparan yang sering digunakan para desainer dan seniman? 

Yuk, kenali lebih dalam seluk-beluk kertas kalkir, mulai dari pengertian hingga cara tepat menggunakannya!

Apa itu Kertas Kalkir?

Kertas kalkir adalah jenis kertas tipis yang memiliki tingkat transparansi tinggi hingga objek di baliknya bisa terlihat.

Ciri fisik utama kertas kalkir yang mudah kamu kenali adalah:

  • Transparan atau tembus pandang: Ada yang sangat bening, ada juga yang sedikit buram, tetapi tetap bisa melihat gambar atau tulisan di bawahnya.
  • Tipis: Kertas kalkir memiliki gramatur rendah sehingga terasa ringan dan tipis saat dipegang.
  • Permukaan halus: Permukaan kertas kalkir biasanya halus dan licin untuk memudahkan pensil atau pena meluncur di atasnya saat menggambar.

Lalu, terbuat dari apa, sih, kertas kalkir ini? 

Kertas kalkir terbuat dari bubur kertas kayu atau serat kapas yang diolah secara khusus. 

Proses pembuatannya menghaluskan serat selulosa hingga mencapai tingkat transparansi yang diinginkan. 

Kadang, bahan kimia tertentu juga ditambahkan untuk meningkatkan kualitas transparansi dan kekuatan kertasnya.

Baca Juga: Perbedaan Kertas Glossy dan Doff Yang Wajib Kamu Tahu

Fungsi dan Kegunaan Kertas Kalkir

1. Dalam Dunia Arsitektur dan Teknik

kertas kalkir (1)

Para arsitek dan insinyur sering menggunakannya untuk menggambar desain teknik secara manual

Mereka bisa menjiplak (tracing) dari gambar referensi, membuat revisi desain di atas gambar asli tanpa merusaknya, atau membuat lapisan-lapisan gambar yang berbeda untuk detail konstruksi.

2. Dalam Percetakan

Desain yang ingin dicetak pada kaos, plastik, atau media lain, terlebih dahulu dicetak di atas kertas kalkir. 

Kertas kalkir ini kemudian berfungsi sebagai film atau master untuk proses penyinaran (afdruk) pada screen sablon

Karena transparan, cahaya dapat menembus dan membentuk pola pada screen.

3. Dalam Kerajinan dan Desain Kreatif 

Kamu bisa menggunakannya untuk membuat pola jiplakan untuk berbagai kerajinan tangan, seperti sulaman, lukisan kaca, atau ukiran. 

Selain itu, kalkir juga bisa digunakan sebagai elemen dekoratif dalam scrapbooking atau pembuatan kartu ucapan karena tampilannya unik.

4. Untuk Tracing dan Sketsa

Kalau ingin menyalin sebuah gambar atau tulisan dengan presisi, kamu cukup meletakkannya di atas gambar asli dan mulai menjiplak garis-garisnya.

Kertas ini juga berguna untuk membuat sketsa awal sebelum dipindahkan ke media gambar utama.

Jenis-Jenis Kertas Kalkir

1. Kalkir Biasa/Manual

Ini adalah jenis kertas kalkir standar yang paling sering kamu temui. 

Jenis ini dirancang khusus untuk keperluan menggambar manual menggunakan pensil, pena, atau rapido

Permukaannya dioptimalkan agar tinta atau grafit menempel dengan baik dan mudah untuk menjiplak.

2. Kalkir Inkjet 

Jika kamu perlu mencetak desain dari komputer langsung ke kertas kalkir menggunakan printer inkjet, maka jenis inilah yang kamu butuhkan. 

Kertas kalkir inkjet memiliki lapisan khusus (coating) pada salah satu sisinya yang membantu tinta printer agar cepat kering, tidak meleber, dan menghasilkan cetakan tajam. 

3. Kalkir Laser

Serupa dengan kalkir inkjet, kertas kalkir laser juga dirancang untuk printer, tetapi khusus untuk printer laser. 

Kertas ini memiliki ketahanan panas lebih baik karena printer laser menggunakan pemanas untuk menempelkan toner. 

Menggunakan kalkir biasa pada printer laser berisiko merusak printer karena kertas bisa meleleh atau macet.

4. Kalkir Sablon 

Walaupun kalkir biasa atau kalkir printer kadang bisa digunakan untuk sablon, ada juga kertas kalkir yang secara spesifik dipasarkan untuk keperluan ini. 

Kertas kalkir sablon memiliki tingkat transparansi dan ketebalan yang pas untuk menghasilkan film master saat proses afdruk screen sablon. 

Beberapa jenis juga memiliki permukaan yang dirancang agar hasil cetak dari printer lebih pekat.

Kelebihan dan Kekurangan Kertas Kalkir

kertas kalkir (1)

Kelebihan Kertas Kalkir

1. Mudah Digunakan untuk Tracing 

Karena transparan, kamu mudah melihat objek di bawahnya sehingga proses menjiplak gambar atau desain lebih akurat dan cepat.

2. Fleksibel 

Kertas kalkir cukup fleksibel dan bisa digunakan untuk berbagai macam teknik menggambar atau sebagai media perantara untuk karya seni lainnya. 

Kamu bisa menggunakannya dengan pensil, pena, spidol tipis, hingga cat air.

3. Transparan untuk Berbagai Keperluan 

Sifat transparannya tidak hanya berguna untuk menjiplak, tetapi juga untuk membuat lapisan-lapisan desain dalam gambar arsitektur atau teknik, serta sebagai film untuk proses sablon.

Kekurangan Kertas Kalkir

1. Mudah Sobek

Karena tipis, kertas kalkir cenderung rapuh dan mudah sobek. 

Jadi, kamu perlu berhati-hati saat menggunakannya, terutama saat menghapus atau kalau sering dipindah-pindahkan.

2. Harus Hati-hati Saat Mencetak dengan Printer

Jika kamu menggunakan kertas kalkir untuk dicetak dengan printer, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 

Pastikan kamu menggunakan jenis kalkir sesuai printermu (inkjet atau laser). 

Selain itu, karena tipis, kadang kertas kalkir bisa macet di printer kalau tidak dimasukkan dengan benar atau pengaturan kertasnya tidak sesuai. 

Hasil cetak juga bisa kurang maksimal kalau jenis kalkirnya tidak tepat.

Baca Juga: 1 Rim Berapa Lembar? Ini Penjelasan Lengkap dan Fungsinya dalam Dunia Percetakan

Cara Menggunakan Kertas Kalkir dengan Benar

kertas kalkir (2)

Untuk Gambar Tangan/Manual:

1. Persiapkan Alat 

Siapkan gambar asli yang akan kamu jiplak, kertas kalkir, pensil, penghapus, dan selotip kertas jika perlu.

2. Posisikan dengan Tepat 

Letakkan kertas kalkir di atas gambar asli. Atur posisinya hingga pas. 

Agar tidak bergeser saat menggambar, kamu bisa menempelkan ujung-ujung kertas kalkir ke gambar asli atau ke meja menggunakan selotip kertas.

3. Mulai Menjiplak 

Gunakan pensil untuk menjiplak garis-garis gambar asli dengan hati-hati. 

Usahakan tekanan pensilmu stabil agar ketebalan garis konsisten. 

Jangan terlalu menekan agar kertas tidak berbekas terlalu dalam atau sobek.

4. Periksa Hasil

Setelah selesai, angkat kertas kalkir dan periksa apakah semua detail sudah terjiplak dengan baik.

Untuk Cetak Printer:

1. Pilih Jenis Kalkir yang Sesuai

Siapkan kertas kalkir yang memang dirancang untuk printermu. 

Jika tidak sesuai, hasil cetakanmu tidak akan bagus atau bahkan merusak printer. 

2. Perhatikan Sisi Cetak 

Beberapa jenis kalkir printer memiliki satu sisi khusus yang dilapisi untuk menerima tinta. Biasanya sisi ini terasa sedikit berbeda. 

Letakkan kertas kalkir pada baki printer dengan sisi yang benar menghadap ke arah pencetakan.

3. Atur Setting Printer

Sebelum mencetak, masuk ke pengaturan printer (printer properties/preferences). Pilih jenis kertas yang sesuai. 

Beberapa printer memiliki opsi “Tracing Paper”, “Transparency”, atau “Specialty Paper”. 

Jika tidak ada, coba pengaturan untuk kertas tipis atau amplop. 

Atur kualitas cetak ke “High” atau “Best” juga bisa membantu mendapatkan hasil yang lebih pekat, terutama untuk master sablon.

4. Cetak Satu per Satu 

Untuk menghindari kertas macet, sebaiknya masukkan kertas kalkir satu lembar atau beberapa lembar saja ke dalam baki printer. Jangan terlalu banyak sekaligus.

Tips Menyimpan dan Merawat Agar Tidak Kusut:

1. Simpan di Tempat Datar

Cara terbaik menyimpan kertas kalkir adalah dengan meletakkannya di tempat datar dan rata, misalnya di dalam map atau laci. 

Hindari melipat atau menggulung karena akan meninggalkan bekas lipatan yang sulit hilang.

2. Jauhkan dari Kelembapan 

Kertas kalkir sensitif terhadap kelembapan. 

Simpan di tempat yang kering agar kertas tidak bergelombang atau lengket.

3. Hindari Suhu Ekstrem

Jangan menyimpan kertas kalkir di tempat yang terlalu panas atau terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. 

Sebab, bisa membuatnya rapuh atau warnanya berubah.

4. Gunakan Penjepit Kertas dengan Hati-hati

Jika kamu perlu menjepit beberapa lembar kalkir, gunakan penjepit kertas dan lapisi dengan kertas lain agar tidak meninggalkan bekas pada permukaan kalkir.

Perbedaan Kertas Kalkir dan Kertas Transparan Lainnya

1. Dibandingkan dengan Plastik Mika

Kertas kalkir terbuat dari selulosa sehingga bisa digambari dan fleksibel, sedangkan plastik mika terbuat dari plastik yang kaku, sangat bening, dan tahan air. 

Kalkir lebih terjangkau dan cocok untuk menggambar manual, sedangkan plastik mika lebih sering digunakan sebagai pelindung atau media presentasi karena permukaannya licin.

2. Dibandingkan dengan Kertas HVS Transparan

Kalkir memiliki transparansi tinggi dan permukaan halus untuk menggambar detail, sedangkan kertas HVS tipis hanya tembus cahaya sampai batas tertentu dan tidak setransparan kalkir. 

Oleh karena itu, kalkir jauh lebih baik untuk menjiplak detail secara akurat dibandingkan HVS tipis.

3. Dibandingkan dengan Vellum Paper

Kertas kalkir lebih tipis dan transparan, difokuskan untuk gambar teknik dan menjiplak, sedangkan vellum paper lebih tebal, tembus pandang buram, dan sering digunakan untuk kerajinan atau undangan karena kesan mewahnya. 

Meski vellum bisa untuk menjiplak, kalkir lebih umum untuk keperluan teknis & master sablon.

Kelebihan Kalkir di Bidang Teknik dan Sablon

Kelebihan utama kertas kalkir dibandingkan material transparan lainnya, terutama dalam bidang teknik dan sablon, adalah:

1. Memudahkan Tracing 

Tingkat transparansinya sangat ideal untuk melihat gambar di bawahnya dengan jelas. 

Sangat memudahkan proses jiplak manual untuk desain arsitektur atau teknik.

2. Permukaan yang Mendukung Alat Gambar

Permukaan kalkir didesain agar dapat menerima goresan pensil, tinta rapido, atau pena teknis dengan baik tanpa mudah luntur atau meleber.

3. Efektif sebagai Film Master Sablon

Kertas kalkir mampu menghasilkan film master yang baik untuk proses afdruk screen sablon.

Plus, biayanya relatif lebih murah dibandingkan film repro khusus.

Baca Juga: Cara Ngeprint Amplop dengan Mudah dan Hasil Rapi

Harga dan Tempat Membeli Kertas Kalkir

kertas kalkir

Rentang Harga Per Lembar dan Per Pack

Harga kertas kalkir bisa bervariasi, tergantung pada beberapa faktor seperti merek, ketebalan (gramatur), ukuran (A4, A3, F4, atau gulungan), dan jenisnya (manual, inkjet, laser).

1. Per Lembar

Untuk pembelian eceran per lembar ukuran A4 atau F4, harganya mulai dari sekitar Rp1.000 hingga Rp5.000 atau lebih, terutama untuk jenis kalkir khusus printer atau merek impor.

2. Per Pack/Rim/Roll

Membeli dalam jumlah banyak biasanya lebih hemat.

Satu pak kertas kalkir ukuran A4 atau F4 biasanya isi 50 atau 100 lembar, harganya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp150.000, lagi-lagi tergantung kualitas dan jenisnya.

Kertas kalkir dalam bentuk gulungan, yang biasa digunakan arsitek atau untuk kebutuhan sablon lebih besar, harganya bervariasi berdasarkan panjang dan lebar gulungan, bisa mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Toko Offline dan Online yang Menjual Kertas Kalkir

Kamu bisa menemukan kertas kalkir di berbagai tempat:

1. Toko Alat Tulis Kantor (ATK)

Toko ATK besar maupun kecil biasanya menyediakan kertas kalkir ukuran standar seperti A4, F4, dan kadang A3.

2. Toko Buku

Beberapa toko buku besar yang memiliki bagian ATK lengkap juga menjual kertas kalkir.

3. Toko Perlengkapan Menggambar dan Seni

Toko-toko ini biasanya menyediakan pilihan kertas kalkir yang lebih beragam, termasuk dari berbagai merek dan gramatur, serta dalam bentuk gulungan.

4. Toko Bahan Sablon

Jika kamu mencari kalkir khusus untuk keperluan sablon, toko bahan sablon adalah tempat yang tepat.

5. Marketplace

Berbagai platform e-commerce di Indonesia menawarkan banyak pilihan kertas kalkir dari berbagai penjual. 

Kamu bisa membandingkan harga dan jenis dengan lebih mudah di sini. Pastikan kamu membeli dari penjual yang terpercaya, ya.

Tips Memilih Kalkir Berkualitas

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan

Pilih jenis kalkir yang tepat. 

Apakah untuk menggambar manual, dicetak dengan printer inkjet, atau printer laser?

2. Perhatikan Gramatur

Jika kamu butuh kalkir lebih kuat dan tidak mudah sobek, pilih gramatur yang sedikit lebih tinggi, meski sebenarnya ini bisa mengurangi tingkat transparansinya.

Untuk menjiplak, gramatur standar biasanya sudah cukup.

3. Cek Transparansi

Jika memungkinkan, lihat langsung tingkat transparansinya. 

Kalkir yang baik memiliki transparansi merata.

4. Permukaan Halus

Pastikan permukaannya halus dan tidak ada cacat atau kotoran, terutama kalau akan digunakan untuk menggambar detail atau sebagai master cetak.

Kesimpulan

Kertas kalkir adalah kertas transparan serbaguna yang sangat penting dalam dunia desain, arsitektur, teknik, hingga sablon. 

Kalkir bisa untuk menjiplak gambar, membuat lapisan desain, dan menjadi master cetak. 

Kamu kini sudah tahu jenis, fungsi, cara penggunaan, hingga tips memilihnya. Jadi, manfaatkan pengetahuan ini untuk memilih dan menggunakan kertas kalkir secara tepat guna demi hasil karya terbaikmu!

Facebook
Twitter
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Artikel Lainnya

9 Fakta Unik Kalender yang Belum Banyak Diketahui Orang

Kalender membantu kita mengatur jadwal, menandai hari penting, dan memahami alur waktu. Namun, di balik deretan angka dan nama bulan yang kita kenal, tersimpan banyak sekali fakta unik dan cerita menarik

Arti Simbol di Kalender: Panduan Lengkap Memahami Tanda dan Warna

Kalender adalah alat penunjuk waktu yang kita gunakan setiap hari. Namun, kalender kerap dipenuhi dengan berbagai simbol, warna, dan tanda khusus.  Pernahkah Anda bertanya-tanya apa arti tanggal yang dilingkari, diberi warna

4 Perbedaan Mendasar Kalender China dan Masehi yang Perlu Anda Tahu

Saat kita berbicara tentang tanggal, mayoritas dunia mengacu pada Kalender Masehi. Namun, tahukah Anda bahwa ada sistem penanggalan lain yang telah digunakan selama ribuan tahun dan masih relevan hingga kini?  Itulah