Ada banyak sekali jenis kalender yang digunakan di seluruh dunia. Mulai dari kalender masehi, hijriah, saka, dan masih banyak lagi.
Kalender menjadi salah satu sumber informasi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari informasi tanggal, hari, perayaan keagamaan, dan kegiatan adat. Jenis-jenis kalender yang sering digunakan cukup beragam sesuai dengan keanekaragaman budaya dan kepercayaan masyarakat.
Contohnya kalender Masehi yang merupakan kalender internasional berbasis pergerakan matahari. Jenis ini dijadikan kalender utama dalam penanggalan resmi. Bukan hanya itu, ada juga kalender Hijriyah yang berpatokan pada pergerakan bulan digunakan untuk perhitungan hari-hari besar Islam, seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
Selain kalender masehi dan hijriah, masih banyak jenis kalender lainnya yang digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, artikel ini akan mengupas tuntas seputar jenis-jenis kalender yang sering digunakan.
Baca juga: Tips Memilih Ukuran Kalender Yang Tepat Untuk Berbagai Kebutuhan
Jenis-jenis kalender yang digunakan di seluruh dunia

Ada 11 jenis kalender yang sering digunakan sebagai acuan untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. Jenis-jenis ini digunakan oleh seluruh masyarakat di seluruh dunia. Berikut ini informasi selengkapnya.
Kalender masehi
Kalender Masehi menjadi kalender standar internasional karena telah digunakan oleh masyarakat di dunia untuk keperluan sehari-hari. Contohnya untuk pencatatan tanggal, jadwal kegiatan, hari perayaan, dan administrasi resmi. Kalender ini menggunakan sistem tahun berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari. Oleh karena itu, kalender ini terdiri dari 12 bulan atau 365 atau 366 hari dalam satu tahun.
Kalender hijriyah
Kalender ini terkenal dengan tanggal-tanggal penting dalam Islam, seperti bulan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Kalender Hijriyah berbasis peredaran bulan mengelilingi bumi (lunar calendar) dan terdiri dari 354 atau 355 hari per tahun, sehingga tanggal dalam kalender Hijriyah bergeser setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Masehi.
Kalender jawa
Kalender Jawa berasal dari gabungan antara kalender Islam dan Hindu-Budha. Jenis ini masih dipakai di kalangan masyarakat Jawa untuk dijadikan sebagai perhitungan hari baik, ritual adat, dan keagamaan. Kalender ini menggunakan dua siklus hari, yaitu siklus mingguan untuk 7 hari dan pasaran untuk 5 hari dengan terdiri dari Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Kalender ini juga menghitung tahun dalam siklus windu, yang berisi delapan tahun.

Kalender cina atau imlek
Kalender Cina atau yang familiar disebut Imlek adalah kalender lunisolar yang berdasarkan sesuai pergerakan bulan dan matahari. Tahun dalam kalender ini ditandai dengan simbol lambang Tionghoa dalam kurung waktu 12 tahun, seperti tikus, kerbau, macan, dan sebagainya. Kalender ini digunakan untuk perayaan tradisional Tionghoa, khususnya Tahun Baru Imlek yang biasanya jatuh di antara Januari hingga Februari.
Baca juga: Kelender Surya: Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya
Kalender saka
Kalender Saka masuk juga jenis lunisolar yang berasal dari India dan digunakan di wilayah Asia Tenggara, khususnya di Bali, Indonesia. Kalender ini digunakan oleh umat Hindu untuk menetapkan hari-hari suci, seperti Hari Nyepi. Kalender Saka terdiri dari 12 bulan, diantaranya bulan kabisat yang ditambahkan secara periodik untuk menjaga sinkronisasi dengan musim.
Kalender yahudi (hebrew calendar)
Kalender Yahudi adalah kalender lunisolar yang digunakan oleh komunitas Yahudi untuk menentukan hari-hari suci, seperti Yom Kippur, Rosh Hashanah, dan Hanukkah. Kalender ini memiliki 12 bulan dalam tahun biasa, dengan bulan tambahan (Adar II) setiap dua atau tiga tahun sekali untuk menyesuaikan siklus matahari. Tahun Yahudi juga dihitung dari penciptaan dunia dalam tradisi Yahudi.
Kalender hindu
Kalender Hindu mengacu pada beberapa variasi kalender lunisolar yang digunakan di India. Versi yang terkenal adalah kalender Vikram Samvat dan Shaka Samvat. Kalender ini dipakai untuk menentukan hari-hari besar Hindu, seperti Diwali dan Holi, serta menentukan peristiwa-peristiwa keagamaan dan festival sesuai fase bulan. Setiap wilayah di India memiliki variasi kalender Hindu yang unik.

Kalender maya
Kalender Maya adalah sistem kalender kompleks yang digunakan oleh peradaban Maya di Amerika Tengah. Kalender ini memiliki beberapa siklus, seperti Haab (365 hari, mirip kalender matahari) dan Tzolk’in (260 hari, kalender ritual). Ada juga siklus Kalender Panjang yang menghitung perhitungan besar waktu dan masih digunakan oleh beberapa komunitas keturunan Maya di Meksiko dan Guatemala.
Baca juga: 5 Jenis Kertas untuk Mencetak Kalender
Kalender persia (Iran)
Kalender Persia, atau Kalender Iran, adalah kalender matahari yang sangat akurat, terutama digunakan di Iran dan Afghanistan. Tahun baru Persia, yang disebut Nowruz, dimulai pada titik balik musim semi, biasanya sekitar tanggal 21 Maret. Kalender ini memiliki 12 bulan, dengan jumlah hari yang konsisten setiap tahunnya, dan dianggap sebagai salah satu kalender paling akurat karena sangat sinkron dengan siklus musim.
Kalender jepang
Kalender Jepang saat ini menggunakan jenis Gregorian untuk penanggalan umum, tetapi juga memiliki sistem era (nengo) yang terkait dengan kekuasaan Kaisar. Setiap masa kekaisaran baru membawa nama era yang berbeda, dan perhitungan tahun dimulai dari awal era tersebut. Sebelum menggunakan kalender Gregorian, Jepang menggunakan kalender lunisolar yang diperkenalkan dari Tiongkok.
Kalender kibti (coptic calendar)
Kalender Kibti adalah kalender kuno yang digunakan oleh Gereja Ortodoks Koptik di Mesir dan Ethiopia. Kalender ini terdiri dari 13 bulan, dengan 12 bulan yang memiliki 30 hari dan satu bulan tambahan dengan 5 atau 6 hari tergantung tahun kabisat. Kalender ini awalnya berasal dari peradaban Mesir Kuno dan masih digunakan dalam liturgi Koptik.
Kalender julian
Kalender Julian diperkenalkan oleh Julius Caesar pada tahun 45 SM dan digunakan sebagai kalender utama di Eropa hingga digantikan oleh kalender Gregorian. Kalender Julian berbasis pergerakan matahari dengan 365 hari dalam setahun dan menambahkan satu hari kabisat setiap empat tahun. Beberapa Gereja Ortodoks Timur masih menggunakan kalender Julian untuk menentukan hari raya besar keagamaan, seperti Natal.
Baca juga: Teka-Teki Lucu: Bulan Apa yang Tidak Ada di Kalender?
Demikian informasi mengenai jenis-jenis kalender yang paling banyak digunakan masyarakat di seluruh dunia. Dari jenis-jenis di atas, mana kalender yang sering kamu gunakan?
Kamu yang ingin custom kalender dinding A3 atau kalender meja, bisa cek produk Kalender Custom Sanggar Sarana Printing ya!