Dua instrumen pembayaran digital yang paling populer saat ini adalah e-money dan e-wallet.
Walaupun sering dianggap sama, ada perbedaan e-money dan e-wallet segi bentuk, fungsi, hingga regulasi.
Mari simak perbedaannya di artikel ini, yuk!
Tabel Perbedaan E-Money vs E-Wallet
Agar kamu mendapatkan gambaran yang jelas, coba lihat tabel perbedaan e-money dan e-wallet berikut ini:
| Fitur | E-Money | E-Wallet |
| Bentuk | Berbasis chip (kartu fisik) | Berbasis server (aplikasi di smartphone) |
| Media Penyimpanan | Nilai uang disimpan langsung di dalam chip pada kartu. | Nilai uang disimpan di server perusahaan penerbit. |
| Koneksi Internet | Umumnya tidak memerlukan koneksi internet saat transaksi. | Wajib memerlukan koneksi internet aktif saat transaksi. |
| Perangkat | Kartu dapat digunakan dengan alat pembaca (reader) khusus. | Membutuhkan smartphone atau perangkat pintar lainnya. |
| Contoh Penggunaan | Pembayaran tol, transportasi publik (KRL, TransJakarta), parkir, belanja di merchant retail. | Belanja online, pembayaran tagihan, transfer dana, pembayaran via QRIS, pembelian pulsa/paket data. |
| Contoh Produk | e-Toll, Flazz BCA, Brizzi BRI, TapCash BNI, Mandiri e-Money. | GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, LinkAja. |
| Batas Saldo | Rp 2.000.000 (unregistered) hingga Rp 20.000.000 (registered). | Hingga Rp 20.000.000 (setelah verifikasi e-KYC). |
Baca Juga: Cara Membuat E-Money: Panduan Lengkap & Mudah 2025
Regulasi e-Money dan e-Wallet
Baik e-money maupun e-wallet diatur secara ketat oleh Bank Indonesia (BI) untuk memastikan keamanan dana konsumen.
Kamu perlu paham mengenai regulasi e-money dan e-wallet ini agar merasa aman dalam bertransaksi.
Aturan dari Bank Indonesia
Payung hukumnya adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik.
Regulasi ini mendefinisikan uang elektronik sebagai instrumen pembayaran yang memenuhi unsur:
- Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu.
- Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media (chip atau server).
- Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut.
Berdasarkan definisi ini, baik e-money berbasis chip maupun e-wallet berbasis server sama-sama tergolong sebagai Uang Elektronik di mata BI.
Persyaratan e-KYC
Nah, untuk meningkatkan batas saldo dan mengaktifkan fitur transfer dana, pengguna e-wallet wajib melalui proses Electronic Know Your Customer (e-KYC).
Pengguna akan diminta untuk mengunggah foto KTP dan swafoto (selfie) dengan KTP sebagai syarat untuk menjadi pengguna terverifikasi (registered).
Perbedaan Pengawasan
Biarpun keduanya diawasi BI, fokus pengawasannya sedikit berbeda.
E-money berbasis kartu lebih fokus mengawasi keamanan fisik chip dan infrastruktur reader.
Sementara itu, e-wallet mendapat pengawasan ketat pada keamanan server, aplikasi, perlindungan data pribadi, dan sistem koneksi internetnya.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing
E-Money
Kelebihan e-Money:
- Sangat praktis & cepat untuk transaksi massal seperti pembayaran gerbang tol dan transportasi publik. Cukup dengan tapping kartu.
- Transaksi bisa dilakukan kapan saja tanpa khawatir sinyal internet buruk.
- Tidak memerlukan smartphone dengan spesifikasi tinggi.
Kekurangan e-Money:
- Hanya bisa digunakan untuk pembayaran, tidak bisa untuk transfer dana antar pengguna.
- Batas saldo maksimal lebih rendah dibandingkan e-wallet.
- Proses isi ulang saldo memerlukan perangkat khusus atau harus dilakukan di ATM dan merchant tertentu.
E-Wallet
Kelebihan e-Wallet:
- Bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi, mulai dari bayar tagihan, belanja online, hingga investasi.
- Penerbit e-wallet gencar memberikan cashback, diskon, dan poin loyalitas untuk menarik pengguna.
- Top-up bisa dilakukan dengan mudah melalui mobile banking atau berbagai metode lainnya.
- Memiliki fitur transfer dana, riwayat transaksi detail, dan terintegrasi dengan layanan lain.
Kekurangan e-Wallet:
- Tidak bisa digunakan kalau tidak ada koneksi internet yang stabil.
- Membutuhkan smartphone dan baterai yang cukup untuk bisa bertransaksi.
- Sebagai aplikasi online, e-wallet rentan terhadap risiko peretasan akun jika pengguna tidak menjaga keamanan data seperti PIN dan OTP.
Baca Juga: Cara Mencairkan Saldo E-Money dengan Mudah dan Aman
Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Pilihan antara e-money dan e-wallet tergantung gaya hidup dan kebutuhan transaksi kamu.
Jika rutinitas harianmu banyak melibatkan perjalanan menggunakan KRL, TransJakarta, MRT, atau sering melewati jalan tol, maka kartu e-money paling praktis dan wajib dimiliki.
Namun, kalau kamu sering berbelanja di e-commerce, memesan makanan online, membayar langganan digital, atau sering nongkrong di kafe yang menyediakan pembayaran QRIS, maka e-wallet jawabannya.
Bagi sebagian besar masyarakat urban, memiliki keduanya adalah solusi paling ideal.
Gunakan e-money untuk membayar transportasi dan parkir, sementara e-wallet untuk semua kebutuhan transaksi digital lainnya.
Jadi, kamu bisa mendapatkan manfaat terbaik dari kedua sistem pembayaran ini.