perbedaan e-money dan e-wallet

Perbedaan E-Money dan E-Wallet: Panduan Lengkap 2025

Dua instrumen pembayaran digital yang paling populer saat ini adalah e-money dan e-wallet. 

Walaupun sering dianggap sama, ada perbedaan e-money dan e-wallet segi bentuk, fungsi, hingga regulasi.

Mari simak perbedaannya di artikel ini, yuk!

Tabel Perbedaan E-Money vs E-Wallet

Agar kamu mendapatkan gambaran yang jelas, coba lihat tabel perbedaan e-money dan e-wallet berikut ini:

FiturE-MoneyE-Wallet
BentukBerbasis chip (kartu fisik)Berbasis server (aplikasi di smartphone)
Media PenyimpananNilai uang disimpan langsung di dalam chip pada kartu.Nilai uang disimpan di server perusahaan penerbit.
Koneksi InternetUmumnya tidak memerlukan koneksi internet saat transaksi.Wajib memerlukan koneksi internet aktif saat transaksi.
PerangkatKartu dapat digunakan dengan alat pembaca (reader) khusus.Membutuhkan smartphone atau perangkat pintar lainnya.
Contoh PenggunaanPembayaran tol, transportasi publik (KRL, TransJakarta), parkir, belanja di merchant retail.Belanja online, pembayaran tagihan, transfer dana, pembayaran via QRIS, pembelian pulsa/paket data.
Contoh Produke-Toll, Flazz BCA, Brizzi BRI, TapCash BNI, Mandiri e-Money.GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, LinkAja.
Batas SaldoRp 2.000.000 (unregistered) hingga Rp 20.000.000 (registered).Hingga Rp 20.000.000 (setelah verifikasi e-KYC).

Baca Juga: Cara Membuat E-Money: Panduan Lengkap & Mudah 2025

Regulasi e-Money dan e-Wallet

Baik e-money maupun e-wallet diatur secara ketat oleh Bank Indonesia (BI) untuk memastikan keamanan dana konsumen. 

Kamu perlu paham mengenai regulasi e-money dan e-wallet ini agar merasa aman dalam bertransaksi.

Aturan dari Bank Indonesia

Payung hukumnya adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik

Regulasi ini mendefinisikan uang elektronik sebagai instrumen pembayaran yang memenuhi unsur:

  1. Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu.
  2. Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media (chip atau server).
  3. Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut. 

Berdasarkan definisi ini, baik e-money berbasis chip maupun e-wallet berbasis server sama-sama tergolong sebagai Uang Elektronik di mata BI.

Persyaratan e-KYC

Nah, untuk meningkatkan batas saldo dan mengaktifkan fitur transfer dana, pengguna e-wallet wajib melalui proses Electronic Know Your Customer (e-KYC). 

Pengguna akan diminta untuk mengunggah foto KTP dan swafoto (selfie) dengan KTP sebagai syarat untuk menjadi pengguna terverifikasi (registered).

Perbedaan Pengawasan

Biarpun keduanya diawasi BI, fokus pengawasannya sedikit berbeda. 

E-money berbasis kartu lebih fokus mengawasi keamanan fisik chip dan infrastruktur reader

Sementara itu, e-wallet mendapat pengawasan ketat pada keamanan server, aplikasi, perlindungan data pribadi, dan sistem koneksi internetnya.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

E-Money

Kelebihan e-Money:

  • Sangat praktis & cepat untuk transaksi massal seperti pembayaran gerbang tol dan transportasi publik. Cukup dengan tapping kartu.
  • Transaksi bisa dilakukan kapan saja tanpa khawatir sinyal internet buruk.
  • Tidak memerlukan smartphone dengan spesifikasi tinggi.

Kekurangan e-Money:

  • Hanya bisa digunakan untuk pembayaran, tidak bisa untuk transfer dana antar pengguna.
  • Batas saldo maksimal lebih rendah dibandingkan e-wallet.
  • Proses isi ulang saldo memerlukan perangkat khusus atau harus dilakukan di ATM dan merchant tertentu.

E-Wallet

Kelebihan e-Wallet:

  • Bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi, mulai dari bayar tagihan, belanja online, hingga investasi.
  • Penerbit e-wallet gencar memberikan cashback, diskon, dan poin loyalitas untuk menarik pengguna.
  • Top-up bisa dilakukan dengan mudah melalui mobile banking atau berbagai metode lainnya.
  • Memiliki fitur transfer dana, riwayat transaksi detail, dan terintegrasi dengan layanan lain.

Kekurangan e-Wallet:

  • Tidak bisa digunakan kalau tidak ada koneksi internet yang stabil.
  • Membutuhkan smartphone dan baterai yang cukup untuk bisa bertransaksi.
  • Sebagai aplikasi online, e-wallet rentan terhadap risiko peretasan akun jika pengguna tidak menjaga keamanan data seperti PIN dan OTP.

Baca Juga: Cara Mencairkan Saldo E-Money dengan Mudah dan Aman

Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Pilihan antara e-money dan e-wallet tergantung gaya hidup dan kebutuhan transaksi kamu.

Jika rutinitas harianmu banyak melibatkan perjalanan menggunakan KRL, TransJakarta, MRT, atau sering melewati jalan tol, maka kartu e-money paling praktis dan wajib dimiliki. 

Namun, kalau kamu sering berbelanja di e-commerce, memesan makanan online, membayar langganan digital, atau sering nongkrong di kafe yang menyediakan pembayaran QRIS, maka e-wallet jawabannya. 

Bagi sebagian besar masyarakat urban, memiliki keduanya adalah solusi paling ideal.

Gunakan e-money untuk membayar transportasi dan parkir, sementara e-wallet  untuk semua kebutuhan transaksi digital lainnya. 

Jadi, kamu bisa mendapatkan manfaat terbaik dari kedua sistem pembayaran ini.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Artikel Lainnya

9 Fakta Unik Kalender yang Belum Banyak Diketahui Orang

Kalender membantu kita mengatur jadwal, menandai hari penting, dan memahami alur waktu. Namun, di balik deretan angka dan nama bulan yang kita kenal, tersimpan banyak sekali fakta unik dan cerita menarik

Arti Simbol di Kalender: Panduan Lengkap Memahami Tanda dan Warna

Kalender adalah alat penunjuk waktu yang kita gunakan setiap hari. Namun, kalender kerap dipenuhi dengan berbagai simbol, warna, dan tanda khusus.  Pernahkah Anda bertanya-tanya apa arti tanggal yang dilingkari, diberi warna

4 Perbedaan Mendasar Kalender China dan Masehi yang Perlu Anda Tahu

Saat kita berbicara tentang tanggal, mayoritas dunia mengacu pada Kalender Masehi. Namun, tahukah Anda bahwa ada sistem penanggalan lain yang telah digunakan selama ribuan tahun dan masih relevan hingga kini?  Itulah